Peran Guru di Zaman Now!

peran-guru-di-zaman-now
Ruang Guru Admin 2018-04-27 22:01:21

Peran Guru di Zaman Now
Tajudin Noor *)
(Dimuat dalam Pikiran Rakyat, Forum Guru, Selasa, 3 April 2018)


PENGGUNAAN telepon pintar atau gawai telah menjadi perampok waktu produktif. Di sisi lain, begitu dahsyatnya pengaruh gawai tehadap perkembangan siswa menjadi perhatian guru, orang tua, dan sekolah.

 

Entah siapa yang yang pertama kali dan dimana dimunculkan zaman now? Istilah zaman now seolah olah-telah menjadi tren kalimat baru di berbagai kalangan. Anak muda sering menyebutnya kids zaman now. Mungkin ini dikaitkan dengan gaya hidup anak muda pada era sekarang. Era ketergantungan pada gadget. Muncullah beberapa istilah bahasa instan di dunia maya seperti IMO, FYI, LOL,LMAO, dan lain-lain. Istilah lain juga muncul seperti selfi, eeeaa, hoax, PM, SWAG, menjadi kreasi tersendiri bagi mereka yang melakukannya. Baik secara langsung atau tidak, tren ini sangat begitu akrab dengan keseharian dan mempengaruhi kehidupannya.

 

Menurut data Kominfo jumlah pengguna internet 2017 telah mencapai 143,26 juta jiwa atau setara dengan 54,68 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Penelitian di AS, rata-rata orang menggunakan 3 jam dan mengangkatnya 39 kali sehari. Mereka menghabiskan waktu 100 jam perbulan untuk mengecek ponsel, bertukar teks (sms), dan foto di media sosial bermain gim, berselancar di web. Jumlah waktu tersebut setara dengan 11 tahun hidup manusia.(Mulyana, Pikiran Rakyat 2018). Alvin Toffler dalam bukunya The Thrird Wave (1980) menyatakan bahwa kemajuan bidang elektronik menjadi pemacu teknologi telekomunikasi memperlancar suatu kawasan ke kawasan lainnya. Toffler menyebutnya revolusi informasi (information revolution) sebagai dinamika manusia yang sulit dibendung.

 

Jika waktu yang dimiliki satu hari satu malam atau 24 jam atau 86.400 detik setiap hari maka jika dikurangi 3 jam. Penggunaan smartphone pintar atau gadget telah menjadi perampok waktu produktif kita. Disisi lain begitu dahsyatnya pengaruh gegdet terhadap perkembangan siswa menjadi perhatian guru, orang tua dan sekolah.
Dengan marakya informasi gawai, benarkah ada pergeseran peranan guru dan orang tua? Dalam beberapa kasus seakan guru sudah tidak dihormati, tidak disantuni terjadi di masyarakat kita. Perlakuan sikap dan perilaku siswa terhadap guru bahkan mengarah pada tindakan anarkis. Perubahan pada zaman now hendaknya disikapi secara bijak. Membawa perubahan dunia dan menampilkan kekinian ke dalam kelas merupakan tugas yang teramat sulit jika seorang guru tidak membaca perubahan zaman now. Untuk itu, guru hendaknya mengasah diri untuk memperbaiki model dan metode penyampaian materi ajar di depan kelas dengan tidak menyampingkan eksistensi proses pembelajaran sesungguhnya..

 

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan peranan guru dan orang tua dengan pihak sekolah; pertama berkolaborasi antara guru, orang tua dan sekolah dalam memberikan informasi, menjalin hubungan, mendikusikan perkembangan siswa sehingga sinergi tetap eK, terjalin

 

Kedua, memotivasi dan mengarahkan siswa untuk mengikuti kegiatan yang bermanfaat seperti: PMR, OSIS, Pramuka, serta kegiatan ekstrakulrikuler sebagai wadah.memupuk minat dan bakat siswa agar waktu tidak terbuang percuma;
Ketiga, membangkan kegiatan yang bersifat aplikatif ; seperti majalah daring, blog dan lain-lain agar terciptanya sikap kritis terhadap perkembangan zaman 4). Mengembangkan metode dan model pembelajaran dengan perangkat penyajian kedalam mata pelajaran yang interaktif. Guru bukan sebagai bintang panggung (sage on the stage) melainkan guru dapat memberikan dorongan di belakang (guide on the side). Selain itu, guru juga harus mengontrol dalam aktivitas digitalnya, dan terlibat didalamnya.
Akhirnya, zaman selalu mengalami perkembangan. Perlunya peranan guru dan orang tua dalam menyikapi perkembangan dalam upaya menghadapi tantangan zaman now sebelum mengidap FOMO dan Nomophobia ditengah badai informasi.

*) Guru SMA Negeri 5 Karawang


TENTANG PENULIS


 

Tajudin Noor, S.Pd, lahir di Karawang, 27 Juli 1969. Mengabdi sebagai guru sejarah sejak tahun 1996. Sekarang staf pengajar di SMA Negeri 5 Karawang. Memulai dunia jurnalistik terutama sastra pernah dimuat di HU Bali Post puisi pertama kali Singaraja Hari Ini (1993), Antologi Puisi Bersama Penyair Bali Utara dalam Buleleng Dalam Sajak (1993), Resonansi (1993) Nyanyian Pesisir I, II, Sajak Dalang pernah dimuat Majalah Pendidikan Gapura Winaya, 1998).Peranan Perempuan di Panggung Sejarah (Radar Karawang, 21 April 2016), Buku Haiku 2018, Kumpulan Haiku Anti Korupsi (2018) Kini masih aktif menulis.

Komentar

Belum ada komentar

Tulis Komentar Anda

Silahkan Login Terlebih Dahulu

Berita Lainnya

Ruang Guru Admin 2018-03-28 20:12:57

Orang Tua, Peran Utama dalam Pendidikkan Putra-Putrinya

Orang tua seharusnya memahami bahwa merekalah sebagai penanggung jawab utama dalam pendidikan putra-putrinya. Dan secara umum, berhasil tidaknya pendidikan seorang anak biasanya…

Ruang Guru Admin 2018-04-27 21:27:07

Peran Perempuan di Panggung Sejarah

Peran Perempuan di Panggung Sejarah
Oleh : Tajudin Noor*)
Dimuat : Radar Karawang, 21 April 2016

Tanggal 8 Maret merupakan peristiwa bersejarah…

Profil Sekolah Admin 2018-02-10 23:41:25

Selain Piala Presiden, SMA Negeri 5 Karwang Sabet Double Winner Tournament Basket Se-Karawang

PRESTASI – Putra Putri SMA Negeri 5 berhasil sabet juara umumdan piala Presiden. KARAWANG – SMA Negeri 5 Karawang kembali torehkan banyak prestasi. Kali ini siswa-siswinya…

Profil Sekolah Admin 2018-04-30 15:03:07

Hari Pendidikan Nasional

Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan


Find Us In

     

Informasi Terbaru

Komentar Terbaru

Kategori




Jl. Jend. A. Yani No. 10 Kec. Karawang Timur Kab. Karawang, Jawa Barat, Indonesia 41314
©2018 IPTEK-5